Kamis, 29 November 2012

TIDAK ADA SHALAT SUNNAH QABLIYAH JUM’AT SETELAH ADZAN PERTAMA

SHALAT SUNNAH QABLIYAH JUM’AT

Di antara kaum muslimin ada yang setelah mendengar adzan pertama langsung berdiri dan mengerjakan shalat dua rakaat sebagai shalat sunnah Qabliyah Jum’at.

Dalam hal ini perlu saya katakan, saudaraku yang mulia, shalat Jum’at itu tidak memiliki shalat sunnah Qabliyah, tetapi yang ada adalah shalat Ba’diyah Jum’at.

Memang benar telah ditegaskan bahwa para Sahabat رضـوان الله عليهـم jika salah seorang dari mereka memasuki masjid sebelum shalat Jum’at, maka dia akan mengerjakan shalat sesuai kehendaknya, kemudian duduk dan tidak berdiri lagi untuk menunaikan shalat setelah adzan. Mereka mendengarkan khuthbah dan kemudian mengerjakan shalat Jum’at. Dengan demikian, shalat yang dikerjakan sebelum shalat Jum’at adalah shalat Tahiyyatul Masjid dan shalat sunnat mutlaq.

Dan hadits-hadits yang diriwayatkan berkenaan dengan shalat sunnah Qabliyah Jum’at adalah dha’if, tidak bisa dijadikan hujjah (argumen), karena suatu amalan Sunnah itu tidak bisa ditetapkan, kecuali dengan hadits yang shahih lagi dapat diterima.

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Atsqalani rahimahullah mengatakan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Hibban melalui jalan Ayyub dari Nafi’, dia mengatakan, “Ibnu ‘Umar biasa memanjangkan shalat sebelum shalat Jum’at dan mengerjakan shalat dua rakaat setelahnya di rumahnya. Dan dia menyampaikan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan hal tersebut.”

Hadits ini dijadikan hujjah oleh an-Nawawi dalam kitab, al-Khulaashah untuk menetapkan shalat sunnah sebelum shalat Jum’at seraya memberikan komentar, bahwa ucapan Ibnu ‘Umar, “Dan dia biasa melakukan hal tersebut,” kembali pada ucapannya, “Dan dia mengerjakan shalat dua rakaat setelah shalat Jum’at di rumahnya.” Dan hal itu ditunjukkan oleh riwayat al-Laits dari Nafi’ dari ‘Abdullah bahwasanya jika telah mengerjakan shalat Jum’at dia kembali pulang untuk kemudian mengerjakan shalat sunnah dua rakaat di rumahnya dan selanjutnya dia mengatakan, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan hal tersebut.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Adapun ucapannya, “Ibnu ‘Umar biasa memanjangkan shalat sebelum shalat Jum’at,” maka yang dimaksudkan adalah setelah masuk waktu shalat sehingga tidak bisa menjadi marfu’, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar ke masjid jika mata-hari sudah tergelincir lalu beliau menyampaikan khutbah dan setelah itu mengerjakan shalat Jum’at. Jika yang dimaksudkan adalah sebelum masuk waktu shalat, maka yang demikian itu merupakan shalat sunnah mutlaq, dan bukan shalat rawatib. Dengan demikian, tidak ada hujjah di dalamnya yang menunjukkan adanya shalat sunnah Qabliyah Jum’at, tetapi ia merupakan shalat sunnah mutlaq.

Dan telah disebutkan adanya anjuran melaku-kan hal tersebut -seperti yang telah disampaikan sebelumnya- di dalam hadits Salman dan lainnya, yang di dalamnya dia mengatakan, “Kemudian dia mengerjakan shalat yang diwajibkan kepadanya.”

Selain itu, ada juga hadits-hadits dha’if yang diriwayatkan berkenaan dengan shalat sunnah Qabliyah Jum’at, di antaranya adalah dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh al-Bazzar dengan lafazh, “Dan beliau biasa mengerjakan shalat dua rakaat sebelum Jum’at dan empat rakaat setelahnya.” Di dalam sanadnya terdapat kelemahan.

Dan dari Ali juga terdapat hadits yang semisal yang diriwayatkan oleh al-Atsram dan ath-Thabrani di dalam kitab al-Ausath dengan lafazh, “Beliau biasa mengerjakan shalat empat rakaat sebelum Jum’at dan empat rakaat setelahnya.” Di dalam sanad hadits ini terdapat Muhammad bin ‘Abdurrahman as-Sahmi, yang menurut al-Bukhari dan perawi lainnya, dia adalah seorang yang dha’if (lemah). Al-Atsram mengatakan, “Ia merupakan hadits yang waahin.”

Juga masih ada hadits lainnya yang senada dengan itu, dari Ibnu ‘Abbas dan dia menambahkan, “Beliau tidak memisahkan sedikit pun darinya.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad waahin (lemah). Di dalam kitab al-Khulaashah, an-Nawawi mengatakan, “Sesungguhnya ia me-rupakan hadits bathil.”

Dan ada juga hadits yang semisal dari Ibnu Mas’ud yang diriwayatkan oleh ath-Thabrani, di dalam sanadnya terdapat kelemahan dan inqithaa’ (keterputusan).
Al-Albani rahimahullah mengatakan, “Semua hadits yang diriwayatkan berkenaan dengan shalat sunnah Qabliyah Jum’at Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak ada yang shahih sama sekali, yang sebagian lebih dha’if dari sebagian yang lain. [1]

MENINGGALKAN SHALAT SUNNAH BA’DIYAH JUM’AT
Di antara kaum muslimin ada yang meninggalkan shalat sunnah Ba’diyah Jum’at, baik karena malas maupun karena tidak tahu. Dan sebagian lagi tidak mengetahui bahwa shalat Jum’at itu memiliki shalat sunnah ba’diyah.

Ada seseorang yang selama dua puluh tahun tidak pernah mengerjakan shalat sunnah Ba’diyah Jum’at sama sekali. Dan ini jelas salah, sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي.

“Barangsiapa yang membenci Sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku.” [2]

Shalat sunnah Ba’diyah Jum’at itu empat rakaat, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا.

“Jika salah seorang di antara kalian mengerjakan shalat Jum’at, maka hendaklah dia mengerjakan shalat empat rakaat setelahnya.” [3]

Dan jika mau, dia juga boleh mengerjakan dua rakaat saja. Hal ini didasarkan pada riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar, di mana dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengerjakan shalat sunnah setelah Jum’at sehingga beliau pulang, lalu beliau mengerjakan shalat dua rakaat di rumah beliau.” [4]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, “Jika mengerjakan shalat sunnah di masjid, beliau mengerjakan empat rakaat. Dan jika mengerjakan shalat sunnah di rumahnya, maka beliau mengerjakannya dua rakaat.” [5]

Dan dimakruhkan menyambung shalat Jum’at dengan shalat sunnah Ba’diyah tanpa pemisah antara keduanya, seperti pembicaraan (dzikir) atau keluar dari masjid.

Telah diriwayatkan oleh Muslim dari as-Sa’ib Radhyallahu ‘anhu, dia berkata, Aku pernah mengerjakan shalat Jum’at bersama Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu di dalam maqshurah .[6] Setelah imam mengucapkan salam, aku langsung berdiri di tempatku semula untuk kemudian mengerjakan shalat, sehingga ketika dia masuk dia mengutus seseorang kepadaku seraya berkata, “Janganlah engkau mengulangi perbuatan itu lagi. Jika engkau telah mengerjakan shalat Jum’at, maka janganlah engkau menyambungnya dengan suatu shalat sehingga engkau berbicara atau keluar (dari tempatmu), karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan hal tersebut kepada kita, yaitu tidak menyambung shalat Jum’at dengan shalat lainnya sehingga kita berbicara atau keluar.” [7]

[Disalin dari kitab kitab al-Kali-maatun Naafi’ah fil Akhthaa' asy-Syaai’ah, Bab “75 Khatha-an fii Shalaatil Jumu’ah.” Edisi Indonesia 75 Kesalahan Seputar Hari dan Shalat Jum’at, Karya Wahid bin ‘Abdis Salam Baali. Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_______
Footnote
[1]. Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 232).
[2]. Shahih: Diriwayatkan al-Bukhari (no. 5063) dan Muslim (no. 1401).
[3]. Shahih: Diriwayatkan Muslim (no. 881).
[4]. Shahih: Diriwayatkan al-Bukhari (no. 937) dan Muslim (no. 882).
[5]. Dinukil oleh muridnya, Ibnul Qayyim di dalam kitab Zaadul Ma’aad, (I/440), dan dia mengatakan, “Hal tersebut ditunjuk-kan oleh beberapa hadits.”
[6]. Maqshurah adalah sebuah ruangan yang dibangun di dalam masjid.
[7]. Shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 883).

Rabu, 28 November 2012

Untuk ka. Bag. Personalia PT. BSTM Bpk. Asep sugiarto

Pasang Iklan Lowongan Kerja Gratis Di JobLoker


Pasang atau posting iklan lowongan kerja saat ini masih gratis di www.jobloker.co.id karena jobloker masih dalam masa promosi. Untuk pihak perusahaan yang tertarik pasang iklan lowongan kerja gratis di jobloker caranya sangat mudah karena cukup hanya mendaftarkan nama perusahaan, nama pengguna, telepon dan alamat email melalui situs jobloker atau klik link daftar ini.
Pihak perusahaan boleh pasang atau posting iklan lowongan kerja standar sebanyak-banyaknya di jobloker dan ini tidak dikenakan biaya alias Gratis! Namun kami juga menyediakan paket berbayar untuk pihak perusahaan yang ingin beriklan premium. Kelebihan beriklan premium ini antara lain, logo perusahaan bisa ditampilkan di halaman homepage, iklan tampil di urutan teratas hasil pencarian dan iklan juga tayang di social media milik jobloker seperti facebook dan twitter. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai paket beriklan di jobloker bisa menghubungi cs@jobloker.co.id
Jobloker.co.id juga memiliki halaman khusus untuk menayangkan iklan lowongan kerja it dan lowongan kerja hotel untuk memudahkan pihak perusahaan menargetkan pencari kerja di kedua bidang ini. Dengan semakin bertambahnya jumlah member pencari kerja atau job seeker di jobloker.co.id maka akan semakin memperbesar peluang pihak perusahaan atau employer menemukan kandidat yang sesuai dan berkualitas. Silakan pihak perusahaan memanfaatkan masa promosi ini untuk pasang iklan lowongan kerja gratis di jobloker. Syarat dan ketentuan berlaku.

JOB PASANG IKLAN PERUSAHAAN PT. BSTM

Cara Membuat Iklan Lowongan Kerja Yang Menarik

Cara membuat iklan lowongan kerja yang menarik adalah topik yang akan kita bahas kali ini. Mungkin membuat iklan lowongan kerja merupakan hal yang gampang anda yang berkecimpung di dunia HRD atau SDM karena mungkin saja anda berpikir iklan lowongan kerja merupakan hal yang paling dicari semua orang. Hal tersebut memang benar adanya karena jumlah pencari kerja setiap waktunya selalu bertambah. Namun anda akan menemui kesulitan mendapatkan calon karyawan untuk posisi tertentu atau kebingungan dalam menyeleksi pelamar yang masuk jika membuat iklan lowongan kerja sekedarnya tanpa memberikan deskripsi yang tepat.
Pihak perusahaan atau agen perekrutan saat ini sudah mulai menggunakan media online untuk merekrut orang-orang yang bertalenta dan memiliki kualifikasi sesuai yang dibutuhkan. Dengan media online di satu sisi iklan lowongan kerja anda akan dengan sangat mudah dilihat orang sehingga ada banyak pelamar yang masuk namun di satu sisi akan ada kesulitan untuk memilih kandidat yang sesuai karena banyaknya surat lamaran yang masuk. Dengan membuat iklan lowongan kerja yang bagus dan tepat sasaran tentunya pekerjaan anda sebagai SDM akan semakin ringan dan anda tidak perlu bersusah payah mendapatkan kandidat yang tepat. Silakan simak tips membuat iklan lowongan kerja berikut ini.
Kata kunci. Jika anda menggunakan media online maka anda perlu mencantumkan kata kunci dari jenis pekerjaan yang akan anda iklankan. Karena para pencari kerja pastinya melakukan pencarian di mesin pencari dengan memasukkan kata kunci tertentu. Anda bisa mengira-ngira kata kunci yang sesuai untuk posisi tersebut dan menempatkannya di judul atau deskripsi iklan lowongan kerja anda.
Deskripsi. Buatlah deskripsi yang singkat namun jelas berisi profil singkat perusahaan anda, tanggung jawab pekerjaan, kualifikasi untuk kandidat dan keuntungan jika bergabung dengan perusahaan anda. Dengan cara ini anda secara tidak langsung sudah membatasi jumlah pelamar yang masuk. Namun jika anda sedang mencari posisi yang mungkin sedikit peminatnya seperti tenaga “sales” maka anda wajib menggunakan kata-kata dan penawaran yang menarik dalam iklan lowongan kerja anda namun jangan sampai anda memberikan penawaran palsu karena nama perusahaan anda bisa jelek di dunia online jika ada kandidat yang merasa dibohongi dan menulis di internet perihal penipuan yang dialaminya.
Link atau Tautan. Untuk mempermudah para kandidat dalam mengakses perusahaan anda jangan lupa sertakan link menuju website resmi perusahaan (jika ada), link ke facebook atau twitter. Saat ini perusahaan sudah mulai menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan pelanggan mereka. Cobalah untuk mengikuti trend ini.
Setelah anda mengaplikasikan cara membuat iklan lowongan kerja yang menarik di atas maka selanjutnya anda tinggal menentukan media online yang khusus menayangkan iklan lowongan kerja terbaru dan terupdate.
 

2 thoughts on “Cara Membuat Iklan Lowongan Kerja Yang Menarik”

  1. Pingback: Cari Info Lowongan Kerja di Twitter | Job Loker
  2. Pingback: Cari Info Lowongan Kerja di Twitter | Job Loker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*

Selasa, 27 November 2012

Satu dari Tiga Korban di Gaza adalah Anak-anak

Media: Satu dari Tiga Korban di Gaza adalah Anak-anak

Kelompok HAM Palestina Al Mezan menuduh agresi Israel selama delapan hari pekan lalu secara sistematis menargetkan anak-anak.
Hal ini terungkap dari laporan harian Independent yang melansir satu dari tiga korban tewas atau terluka di Gaza berusia dibawah 18 tahun.
”Dari 104 korban sipil yang tewas, 34 diantaranya anak-anak. Sementara itu, dari 970 korban sipil yang terluka, 274 diantaranya anak-anak,” ungkap Independent.
Israel berdalih membalas tembakan roket oleh pasukan Hamas yang menargetkan brigade Izzudin Al Qassam sebagai buruan utama. Namun faktanya banyak anak-anak dan wanita yang menjadi korban perang.
“Anak-anak menjadi target Israel. Mereka memburunya secara sistematis, dan pemimpin mereka (Israel) harus diadili,” tukas Samir Zaqqut dari HAM Palestina.
Seperti diketahui, agresi milter Israel yang dimulai sejak Rabu (14/11) lalu telah menewaskan sedikitnya 162 warga Palestina, serta sekitar 1.200 warga Palestina lainnya terluka. (republika.co.id, 27/11/2012)

Minggu, 25 November 2012

Cara Cepat Update PageRank di SITUS ISLAM OMA SUPARTANA

Cara Cepat Update PageRank

Jika ada teman2 yang mau mengetahiu cara bagaimana agar Cara Cepat Update PageRank dari Google dengan cara mudah mudah dan tentunya cepat selesai semoga setelah membaca beberapa cara dan penjelasan mudah dibawah ini dapat berhasil mendapatkan pagerank google dengan mudah, Untuk tips kali ini saya mau mencoba mengajak anda semua untuk memanfaatkan kedahsyatan faktor kali dan kecepatan penyebaran ini dalam bentuk backlink.
Cara cepat update PageRank gampang kok, Yang perlu kalian lakukan adalah meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kalian.

1. Paypal Indonesia
2. SEOTutorial
3. Dofollow
4. Belajar Ilmu Komputer
5. Smadav Terbaru
6. Yahoo
7. Health Information
8. Seo Indonesia
9.Blog Dofollow
10.SITUS ISLAM OMA SUPARTANA

Tapi ingat, sebelum kalian meletakkan link diatas, kalian harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kalian sendiri di bagian paling bawah (nomor 10).
Jika tiap peserta mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah
Ketika posisi kalian 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kalian inginkan. Dari sisi SEO kalian sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kalian mengklik link itu, juga membuat blog kalian mendapatkan traffik tambahan.
Nah, silahkan copy paste artikel ini, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kalian di posisi 10. Ingat, kalian harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kalian tiba2 di posisi 1, maka link kalian akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10. Semoga berhasil mempraktekan tips Cara cepat update PageRank OK teman!

Sabtu, 24 November 2012

Hadits yang menjelaskan Khilafah akan kembali lagi


حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنِي دَاوُدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنِي حَبِيبُ بْنُ سَالِمٍ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ
كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ بَشِيرٌ رَجُلًا يَكُفُّ حَدِيثَهُ فَجَاءَ أَبُو ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيُّ فَقَالَ يَا بَشِيرُ بْنَ سَعْدٍ أَتَحْفَظُ حَدِيثَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْأُمَرَاءِ فَقَالَ حُذَيْفَةُ أَنَا أَحْفَظُ خُطْبَتَهُ فَجَلَسَ أَبُو ثَعْلَبَةَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
قَالَ حَبِيبٌ فَلَمَّا قَامَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَكَانَ يَزِيدُ بْنُ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ فِي صَحَابَتِهِ فَكَتَبْتُ إِلَيْهِ بِهَذَا الْحَدِيثِ أُذَكِّرُهُ إِيَّاهُ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَرْجُو أَنْ يَكُونَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ يَعْنِي عُمَرَ بَعْدَ الْمُلْكِ الْعَاضِّ وَالْجَبْرِيَّةِ فَأُدْخِلَ كِتَابِي عَلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَسُرَّ بِهِ وَأَعْجَبَهُ

 Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Dawud Ath Thiyalisi telah menceritakan kepadaku Dawud bin Ibrahim Al Wasithi telah menceritakan kepadaku Habib bin Salim dari An Nu'man bin Basyir ia berkata, "Kami pernah duduk-duduk di dalam Masjid bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. kemudian Basyir menahan pembacaan haditsnya. Kemudian datanglah Abu Tsa'labah Al Khusyani dan berkata, "Wahai Basyir bin Sa'd, apakah kamu hafal hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkenaan dengan Umara` (para pemimpin)?" kemudian Hudzaifah berkata, "Aku hafal Khutbah beliau." Maka Abu Tsa'labah pun duduk, kemudian Hudzaifah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Akan berlangsung nubuwwah (kenabian) di tengah-tengah kalian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya.  Kemudian berlangsung kekhilafahan menurut sistim kenabian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya   Kemudian berlangsung kerajaan yang bengis selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya  Kemudian berlangsung pemerintahan yang menindas (diktator) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya  Kemudian akan berelangsung kembali kekahalifahan menurut sistim kenabian.  Kemudian beliau berhenti”.   Habib berkata; “Ketika ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz menjadi khalifah dimana Yazid bin an-Nu’man bin Basyir mendampinginya, aku menulis hadits ini untuknya dan aku mengisahkan hadits ini kepadanya dan aku katakan; “Aku berharap dia, maksudnya ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz menjadi amirul mu’minin setelah kekuasaan kerajaan yang bengis dan pemerintahan dictator”   Lalu suratku itu diberikan kepada ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, maka dia senang dan mengaguminya”.
(H.R. Ahmad no hadits. 17680)


Doa ketika perang melawan orang kafir


حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ
سَمِعْتُهُ يَقُولُ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو عَلَى الْأَحْزَابِ فَقَالَ اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ اهْزِمْ الْأَحْزَابَ اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid Abu Isa harun berkata, telah memberitakan kepada kami Isma'il bin Abu Khalid dari Ibnu Abu Aufa ia berkata, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdoa saat terjadi perang ahzab, beliau mengucapkan: "ALLAHUMMA MUNZILAL KITAAB SARIE'UL HISAAB IHZIMIL AHZAAB, ALLAHUMMA IHZIMHUM WA ZALZILHUM" (Ya Allah Yang menurunkan Al Kitab, Yang cepat hisabnya, hancurkanlah pasukan ahzab. Ya Allah, hancurkan dan goncanglah mereka)." Abu Isa berkata, "Dalam bab ini juga ada hadits dari Ibnu Mas'ud. Dan hadits derajatnya hasan shahih." (H.R. TIRMIDZI - 1601) :